Adab Ziarah

Adab Ziarah Kubur

Oleh:    Ust. Abbas Arfan Baraja.  

Sumber: http://www.madadulhaqq.net/ 

Ziarah adalah termasuk dari ajaran Islam, karena dengan sering berziarah kubur akan berdampak pada ingat akan kematian yang pasti datang, jika sering ingat mati, maka akan melembutkan hati yang berdampak kepada mudah menerima nasehat dan giat ibadah. Namun dalam berzairah perlu memperhatikan adab atau etika agar tidak salah jalan. Diantara adab ziarah kubur adalah:

Pertama: Dari aspek waktu berziarah; Di bolehkan berziarah pada pagi, siang atau sore dan dimakruhkan berziarah pada malam hari. Namun yang paling utamanya ziarah adalah pada hari jum’at (waktu pagi, siang atau sore), lalu kamis sore atau sabtu pagi, sebagimana diterangkan oleh beberapa ulama yang antara lain; Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab al-Ruh.

Kedua: Dari aspek niat ziarah; Niat berziarah kubur yang terbaik adalah untuk mengingat kematian dan memberikan bantuan doa kepada ahli kubur, namun tidak dilarang untuk bertawassul atau berperantara doa lewat ahli kubur, terutama ketika kita yakini mereka sebagai orang saleh/wali yang dekat dengan Allah, tapi tetap harus yakin bahwa Allah-lah satu-satunya zat yang bisa mengakulkan doa dan bukan wali yang mengabulkannya.

Anjuran ziarah kubur terdapat dalam hadits Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam beliau bersabda,

إِنِّيْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا

”Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim (3/65 dan 6/82) dan Imam Abu Dâud (2/72 dan 131) dengan tambahan lafazh,

فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

“Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat.”

Ketiga: Dari aspek tatacara berziarah;

a. Ketika memasuki area kuburan mengucapkan salam. Abdullah bin Sinan pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (ra): Bagaimana cara mengucapkan salam kepada penghuni kubur? Beliau menjawab: Ucapkan:

اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ

Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.
Atau mengucapkan salam seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (ra):

اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا اَهْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ بِحَقِّ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ كَيْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ بِحَقِّ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ اِغْفِـرْ لِمَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاحْشَـرْنَا فِي زُمْرَةِ مَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ ِ

Salam bagi yang mengucapkan la ilaha illallah dari yang mengucapkan la ilaha illallah, wahai yang mengucapkan kalimah la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah, bagaimana kamu memperoleh kalimah la ilaha illallah dari la ilaha illallah, wahai la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah ampuni orang yang membaca kalimah la ilaha illallah, dan himpunlah kami ke dalam golongan orang yang mengu¬cap¬kan la ilaha illallah Muhammadur rasululullah

Imam Ali bin Abi Thalib (ra) berkata: “Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”

Dalam mengucapkan salam sebaiknya sebelum duduk dan masih dalam keadaan berdiri menghadap bagian muka/wajah orang yang kita ziarahi.

b. Membaca beberapa ayat al-Qur’an, terutama seperti: Surat al-Fatihah, Yasin, al-qadar, al-Ikhlas, al-falak, al-Nas dan ayat kursi, dll. Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).” Akan lebih baik, jika di tambah membaca tahlil yang diakhiri dengan doa untuk pribadi/orang lain dan dihadiahkan pahalanya kepada yang kita ziarahi. berdasarkan hadits ‘Âisyah (ra):

“Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam keluar pada suatu malam (sepertiga malam/dini hari), maka aku (‘Âisyah) mengutus Barîrah untuk membuntuti kemana saja beliau (Rasulullah) pergi, maka Rasulullah mengambil jalan ke arah Baqî’ Al-Garqad kemudian beliau berdiri pada sisi yang terdekat dari Baqî’ lalu beliau mengangkat tangannya, setelah itu beliau pulang, maka kembalilah Barîrah kepadaku dan mengabariku (apa yang dilihatnya). Maka pada pagi hari aku bertanya dan berkata, ‘Wahai Rasulullah keluar kemana engkau semalam? ’Beliau berkata, ‘Aku diutus kepada penghuni Baqî’ untuk mendoakan mereka ’ .”Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/92) dan sebelumnya oleh Imam Malik pada kitabnya ( Al-Muwaththa` (1/239-240)).

c. Dibolehkan bahkan tergolong sunnah meletakan di atas kuburan apapun dari tumbuhan yang masih segar, seperti bunga, pelepah pisang dll, karena Nabi SAW pernah mencontohkan meletakan di atas kuburan pelepah kurma yang masih basah sambil bersabda: “Selama pelepah kurma ini masih basah, maka ia akan meringankan siksa/memohonkan ampun (beristigfar) untuk ahli kubur yang ada di bawahnya.” Yaitu Hadits dalam kitab Imam al-Thabarani no 13137, Ahmad Ibn Hanbal, dll, yaitu:

عن يعلى بن سيابة أنه عهد النبي صلى الله عليه وسلم وأتى على قبر يعذب صاحبه فقال:”إن هذا كان يأكل لحوم الناس”. ثم دعا بجريدة رطبة فوضعها على قبره وقال: “لعله أن يخفف عنه ما دامت رطبة”.

Adapun menyirami dengan air adalah tidaklah terlarang bahkan sangat bagus, terutama jika dicampur dengan bunga atau sejenisnya, karena air bisa membuat bunga segar dan tahan lama. Sedangkan memberi wewangain juga bagus, karena bau wangi bisa mendatangkan malaikat dan menjauhkan syetan dan jin. Di bolehkan memegang atau bahkan mencium nisan, sebagai simbol kasih sayang atau penghormatan atau tabarukkan/mengambil berkah.

d. Dimakruhkan melakukan hal-hal yang tidak baik secara etika sosial, seperti bergurau, berteriak, bertengkar, dll. Juga makruh melakukan hal-hal yang dilarang syara, seperti: 1) berjalan di atas kuburan dengan mengenakan sandal. Hal ini berdasarkan hadits Basyir bin Khashashiah ,

بَيْنَمَا هُوَ يَمْشِيْ إِذْ حَانَتْ مِنْهُ نَظَرَةٌ فَإِذَا رَجُلٌ يَمْشِيْ بَيْنَ الْقُبُوْرِ عَلَيْهِ نَعْلاَنِ فَقَالَ يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ فَنَظَرَ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ خَلَعَ نَعْلَيْهِ فَرَمَى بِهِمَا

“Ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan di antara kubur dengan mengenakan sandal, maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam bersabda , ‘Wahai pemilik (yang memakai) sandal celakalah engkau lepaskanlah sandalmu. ’ Maka orang itu memandang tatkala ia mengetahui Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dâud 2/72, An-Nasâ`i 1/288, Ibnu Mâjah 1/474, Al-Hâkim 1/373 dan dia berkata , “Sanadnya shahih,” dan disepakati oleh Adz-Dzahaby dan dikuatkan (diakui) oleh Al- Hâfizh Ibnu Hajar ( Fathul Bâry 3/160).

Berkata Al- Hâfizh Ibnu Hajar , “Hadits ini menunjukkan makruhnya berjalan diantara kuburan dengan sandal.” ( Fathul Bâry 3/160). Berkata Syaikh Al-Albâny , “Hadits ini menunjukkan makruhnya berjalan di atas kuburan dengan memakai sandal.” LihatAhkâmul Janâiz 252.

2) duduk atau bersandar pada kuburan.
Hal ini berdasarkan hadits Abu Marbad radhiyallâhu ‘anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam ,

لاَ تَجْلِسُوْا عَلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تُصَلُّوا إِلَيْهَا

“Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan melakukan shalat di atasnya.”Dikeluarkan oleh Imam Muslim 2/228.

Dan hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam bersabda ,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحُدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

“Seandainya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api hingga (bara api itu) membakar pakaiannya sampai mengenai kulitnya itu adalah lebih baik daripada dia duduk di atas kuburan.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Namun sebagian ulama ada yang memberikan pemahaman tentang maksud duduk dalam hadts di atas adalah duduk untuk buang hajat.

Demikian jawaban saya dan semoga bisa bermanfaat, amin.

Malang, 22 September 2011

Abbas Arfan Baraja.

  1. Tulisan yang menarik, kunjungi blogku juga ya pak.bu, mas dan mbak!. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir Pembayun (Pembayun adalah juga sahabat dari Pangeran Jayakarta, bahkan gugur di Matraman tahun 1625, tertembak peluru VOC karena dikira istri Pangeran Jayakarta), seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun Putri Panembahan Senopati Mataram di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya Mataram dan Mangir bersatu mengusir penjajah VOC Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Nyimas Utari Sandi Jayaningsih, Yang dimakamkan di Tapos Depok Jawa Barat Penyanyi Batavia yang akhirnya membunuh dan memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipenggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Makam Sultan Agung Imogiri, Spionase Mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://kelompok-tani.com : pahlawan kali sunter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: