Arsip Berita 2008

Juli 2008

Pejabat Depok Dapat Setoran Pungli Makam

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/, 31 Juli 2008

Agustus 2008

Pungli Permakaman, Wali Kota Depok Periksa Kepala Dinas

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/, Kamis, 07 Agustus 2008

DEPOK (MI): Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail memeriksa Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok Walim Herwandi terkait kasus pungutan liar di enam tempat permakaman umum (TPU).Walim Herwandi seusai diperiksa menyatakan Nurmahmudi menanyakan dugaan pungli di TPU Kali Mulia I, II, III, TPU Cimpeaun, TPU Pasir Putih, dan TPU Pondok Terong.

Masyarakat mengeluhkan pungli sebesar Rp1 juta-Rp2,5 juta saat penguburan jenazah. Sebagian dari uang tersebut disetorkan ke pejabat permakaman. Walim mengatakan kepada Wali Kota, ia tidak tahu-menahu soal pungli maupun setoran kepada pejabat tersebut.Sesuai tugas pokok dan fungsinya, dia hanya mendapat laporan dari kepala bidang dan kepala seksi. Sebagai kepala dinas membawahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) bidang Permakaman Umum, ia setiap hari mengumpulkan staf, kepala seksi, dan kepala bidang.

Ia selalu memberi arahan agar para kepala seksi dan staf menjalankan tugas dengan sebenar-benarnya sesuai visi-misi Kota Depok yaitu melayani dan menyejahterakan masyarakat. “Untuk mengungkap kasus ini, saya minta Wali Kota memerintahkan Badan Pengawas Daerah Kota Depok memeriksa staf, kepala seksi, kepala bidang, maupun pejabat terkait sampai tuntas,” urainya.Pemeriksaan terhadap Walim, kemarin, sempat membuat tegang kantor DKLH. Berawal dari masuknya telepon Nurmahmudi yang meminta Walim menghadap ke kantornya. Walim pun mengumpulkan semua anak buahnya untuk memberi tahu panggilan tersebut.

Teguh Prayitno dan Emirson Manurung, keduanya anak buah Walim yang bertugas di permakaman, terlibat perdebatan sengit hingga nyaris terjadi baku hantam. Walim cepat melerai mereka sehingga keributan terhindarkan. “Mereka saling tuduh. Itulah yang memicu keributan,” jelas Walim.Teguh mengaku secara pribadi tidak ada kaitan dengan Manurung. Namun mereka satu unit bidang permakaman umum. “Saya seperti selalu diawasi pejabat di bawah Kepala Dinas DKLH. Saya tidak pernah diperbolehkan meninjau ke permakaman dengan alasan sudah ada orang di lapangan,” tuturnya.

Kesal diperlakukan seperti itu, Teguh akhirnya membeberkan nama pejabat yang mendapat setoran dari enam TPU. Teguh sendiri mengaku menerima uang dari Kepala Seksi UPTD DKLH Kota Depok Purwanto sebesar Rp200 ribu per bulan. “Sumpah! Saya hanya terima Rp50 ribu per minggu,” tandasnya.

Kendati kasus tersebut sudah terbongkar, Untung Suropati, 43, koordinator penggali liang lahat di TPU Kali Mulia II, berkilah biaya pemakaman tinggi karena penggali kubur tidak mendapat honor dari Pemerintah Kota Depok.”Biaya tersebut dipergunakan untuk membayar enam orang tukang gali kubur. Setiap orang mendapat Rp50 ribu menjadi Rp300 ribu. Beli dinding ari-ari Rp100 ribu, belanja bambu Rp100 ribu, papan nisan Rp100 ribu, administrasi Rp100 ribu, Rp20 ribu beli sapu lidi, dan macam-macam.” (KG/Jui/Ssr/J-1)

Retribusi Rp54.000/makam, Biaya pemakaman capai Rp1,2 juta

Sumber: Monitor Depok, 9 Agustus 2008

KALIMULYA, MONDE: Biaya itu jauh lebih besar dibandingkan retribusi makam yang seharusnya hanya Rp54.000/makam. Atas tingginya biaya tersebut, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup yang mengelola pemakaman itu beranggapan bahwa tingginya biaya pemakaman, diantaranya untuk penggalian liang lahat.

Monde yang menelusuri ke Tempat Pemakaman Umum Kalimulya I, kemarin mendapat informasi dari penggali bahwa untuk biaya gali hanya

Rp500.000/lubang dibagi beberapa orang, kemudian biaya lainnya untuk pembuatan pagar keliling pusara, termasuk dinding ari di bagian bawah liang lahat dan biaya administrasi sekitar Rp700.000/makam. Total keseluruhan Rp1,2 juta.

H. Amin (56) penggali makam mengatakan, biaya makam di TPU Kalimulya

Rp900.000/makam posisi di belakang, untuk di bagian depan Rp1,2 juta, dengan rincian untuk biaya penggalian makam Rp500.000/makam dikerjakan oleh 8 orang, selebihnya untuk pembuatan pagar, dinding ari termasuk biaya administrasi.

“Terus terang sebagai penggali hanya kebagian Rp500.000, uang itu dibagi 8 orang penggali dengan hitungan kurang dari Rp60.000/orang,” kata dia.

Ketika ditanya biaya lainnya, dia mengatakan diperuntukkan pemasangan bambu, dinding ari dan biaya adminsitrasi yang diserahkan kepada petugas makam. “Kalo penggali mah sedikit dapetnya, kecuali ada ahli waris yang memberi uang ekstra,” ujarnya.

Dia juga mengaku mendapat informasi bahwa biaya pemakaman mencapai Rp5 juta-Rp7 juta/makam. Padahal kabar itu tak jelas dari mana. “Yang benar biaya Rp900.000-Rp1,2 juta/makam,” terang lelaki paruh baya yang bekerja sebagai penggali sekitar 19 tahun ini. “Kalo biaya makam Rp5 juta-Rp7 juta/makam, saya punya sopir pribadi,” ujarnya lagi.

Terkait tingginya biaya makam Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengemukakan, dilihat dulu perdanya, apakah biaya itu termasuk dalam retribusi apakah tidak. “Lihat dulu perdanya,” kata dia singkat selepas peresmian SPBU Cikumpa, Jl Tole Iskandar, Kel. Tirtajaya.

Kabag Infokom Dadang Wihana menambahkan, untuk retribusi makam bisa menghubungi DKLH sebagai pengelola. “hubungi Pak Walim ya,” ujarnya.

Kepala DKLH Walim Herwan di ketika ditemui mengatakan, biaya makam yang tinggi adalah ongkos penggalian berkisar Rp400.000/makam. Sementara jumlah penggali lubang kubur 6-8 orang. “Kalo dibagi 8, mereka dapat Rp50.000/orang,” katanya.

Ketika ditanya biaya itu jauh lebih besar dibandingkan Perda 40/2000 Tentang Pengelolaan dan Retribusi Tempat Pemakaman? “Yang besar biaya penggalian. DKLH hanya menerima sesuai retribusi,” kilahnya sambil berlalu.

Sebelumnya PLT Unit Pelayanan Teknis Daerah TPU DKLH Purwanto mengemukakan, sesuai Perda 40/2000 retribusi makam Rp54.000, dengan rincian retribusi pengurusan tanah makam bagi masyarakat Depok Rp40.000, kemudian pemeliharaan makam 35% dari retribusi pemakaman/pengguna tanah makam Rp14.000/makam. “Total Rp54.000,” ujarnya.

Mengenai biaya daftar ulang 3 tahun sekali senilai Rp54.000/makam. Retribusi bagi pemakaman untuk warga di luar Depok Rp250.000/makam. “Ini sesuai Perda yang ada,” kata Purwanto yang mengaku menjadi PLH sejak Juli 2008.(sud)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: