Arsip Berita 2007

Januari 2007

Kecamatan di Depok Akan Dilengkapi Lahan Pemakaman

 Sumber: http://www.tempointeraktif.com/  23 Januari 2007 

Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Pemerintah Kota Depok meminta agar setiap kecamatan tersedia area pemakaman umum. Saat ini Depok hanya memiliki satu tempat pemakaman umum, yakni di Kalimulya, Sukmajaya Depok.

Kepala DKLH kota Depok, Walim Herwandi mengatakan, permintaan itu diajukan dalam revisi Peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), mengingat tingkat pertumbuhan penduduk di Depok semakin tinggi. Tak sebanding dengan ketersediaan lahan pemakaman.

“Kurangnya lahan pemakaman, membuat lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) akhirnya dijadikan tempat pemakaman,” kata Walim kepada Tempo melalui telepon selulernya, hari ini. Menurut dia tersedianya lahan pemakaman umum disetiap kecamatan, warga tidak lagi kesulitan mencari lahan pemakaman.   ENDANG PURWANTI

April  2007

Tol Depok-Antasari ,  Warga Gandul Tolak Lahan Pemakaman Digusur

Sumber: http://www.tempo.co.id/  18 April 2007 

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Warga di Kelurahan Gandul, Kecamatan Limo, Depok menolak rencana pemerintah setempat menggusur area Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan sebuah pemakaman keluarga untuk pembangunan tol Depok-Antasari (Desari).

Itu karena TPU tersebut merupakan satu-satunya pemakaman umum di Kelurahan Gandul. Sedangkan pemakaman keluarga di RT 05/07 itu adalah tempat tokoh Depok dari Gandul yaitu Dato Sadam dikebumikan.

Misar, 52 tahun, Ketua RT 05/07, mengatakan informasi dari pihak kelurahan serta kecamatan menyatakan area pemakaman tersebut akan terkena proyek tol. “Dan hasil musyawarah kami hampir semua warga menolak penggusuran,” katanya kepada Tempo di rumahnya, Rabu (18/4). Endang Purwanti

Warga Tolak Penggusuran Lahan Pemakaman

Koran Tempo, 19 April 2007

Sumber: http://www.prakarsa-rakyat.org/

Penduduk Gandul menilai makam Dato Sadam keramat.

DEPOK — Warga di Kelurahan Gandul, Kecamatan Limo, Depok, menolak rencana pemerintah setempat menggusur area tempat pemakaman umum (TPU) dan sebuah pemakaman keluarga untuk pembangunan jalan tol Depok-Antasari.

Alasan penolakan warga, TPU tersebut merupakan satu-satunya pemakaman umum di Kelurahan Gandul. Adapun pemakaman keluarga di RT 05/07 itu adalah tempat tokoh Depok dari Gandul, yaitu Dato Sadam, dikebumikan.

Misar, 52 tahun, Ketua RT 05/07, mengatakan informasi dari pihak kelurahan serta kecamatan menyatakan area pemakaman tersebut akan terkena proyek tol. “Dan hasil musyawarah kami, hampir semua warga menolak penggusuran,” kata Misar, yang juga anggota pelindung paguyuban warga yang terkena pembangunan tol tersebut, kepada Tempo di rumahnya kemarin.

Jika pemerintah tetap menggusurnya, menurut dia, warga akan bingung mencari tempat pemakaman baru. “Nanti kami mau makamin warga di mana?” ujarnya. Sementara itu, pemakaman Dato Sadam dinilai warga keramat. Selain merupakan pahlawan Depok, Dato dikenal sebagai tokoh masyarakat setingkat Wali Songo. Peziarah yang datang ke sana tak sebatas warga Depok, tapi juga warga dari Yogyakarta dan Cirebon.

Warga Gandul sangat menjaga makam tersebut. Bahkan seorang penggali kuburan di sana mengatakan tidak mau memindahkan makam itu. “Diberi Rp 1 juta juga kagak mau dah,” ujar pria tersebut.

Solusinya, warga menawarkan alternatif agar pembangunan jalan tol dialihkan ke sisi timur area dua pemakaman itu. Sebab, pada bagian tersebut banyak lahan kosong yang tidak ditempati warga, seperti untuk kebun atau lahan tidur lainnya.

Bila pemerintah tetap berkeras menggusur area pemakaman umum itu, kata Misar, warga terpaksa akan menyetujui. Namun, sebelum memindahkan makam, pemerintah harus melakukan prosesi pemindahan jenazah dengan baik, yang disesuaikan dengan norma dan kepercayaan yang berlaku, seperti dilakukan upacara pemindahan, penyiapan kafan baru, dan upacara pemakaman di lokasi yang baru. Sementara itu, khusus pemakaman Dato Sadam, menurut dia, paguyuban warga tetap meminta agar tidak digusur.

Hingga saat ini, warga dan paguyuban belum menyampaikan keberatan mereka kepada Panitia Pembebasan Tanah Tol Depok-Antasari. Alasannya, panitia belum secara khusus memberikan peta lokasi lahan warga yang akan tergusur itu.

Theo, anggota Panitia Pembebasan Tanah, mengatakan belum bisa memberikan pernyataan terkait dengan masalah ini. Sebab, dia belum mengetahui lokasi dua pemakaman tersebut. “Untuk ruas tol, itu kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya. ENDANG PURWANTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: