Arsip Berita 2010

September 2010

PWI: Jasa Penggali Kubur Tak Bisa Dinilai dengan Uang

Sumber: http://nusantara.rakyatmerdekaonline.com/02 September 2010.  

Laporan: Ferry Sinaga

RMOL. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dinilai kurang memperhatikan nasib belasan orang penggali kubur yang sehari-hari bertugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya, Kota Depok.

Untuk itu, Jumat (3/9) besok, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok berencana memberikan bingkisan sebagai bentuk penghargaan sekaligus perhatian atas kerja keras para penggali kubur di TPU Kalimulya 1, 2 dan 3 yang sempat terlupakan tersebut.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Ketua PWI Kota Depok, Kisar Radjagukguk mengatakan bahwa nasib para penggali kubur di Kota Depok masih jauh dari perhatian pemerintah.

Menurutnya, jasa-jasa para penggali kubur itu tidak dapat dinilai dengan uang.

“Tanpa mereka, orang meninggal tidak akan dapat masuk ke liang lahat,” ujar Kisar, Selasa (2/9).

Maka, lanjut Kisar, Jumat besok (3/9), PWI Kota Depok akan memberikan bingkisan berbentuk uang bagi belasan penggali kubur tersebut.

“Penyerahan bingkisan (bantuan) akan dipusatkan di TPU Kali Mulia 1,” lanjut Kisar menegaskan. [arp]

Depok Kehabisan Tanah Makam

Media Indonesia, 06 September 2010 

Sumber: http://bataviase.co.id/

DINAS Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok tak lagi melayani pemakaman jenazah di Taman Permakaman Umum (TPU) Kali Mulia I. Pasalnya, tanah makam di sana sudah habis.

“Bagi warga yang anggota keluarganya meninggal di Kota Depok sebaiknya membawanya pulang ke kampung masing-masing supaya di sana dimakamkan,” kata Kepala Pelaksana Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Depok Ulis Sumardi kepada Media Indonesia di Depok, kemarin.

TPU lainnya, yakni TPU Kali Mulia II (2,3 ha), TPU Kali Mulia III (3,2 ha), TPU Cimpeaun (1 ha), TPU Pasir Putih (1 ha), TPU Pondok Petir (600 m2), juga akan segera krisis karena sudah hampir penuh.

Dinas juga menganjurkan agar menumpangkan jenazah baru ke kuburan lama atau dengan cara mengkremasi untuk mengatasiketerbatasan tanah makam.

“Melalui cara ini, bisa menghemat tanah makam,” tegasnya.

Lahan permakaman umum di wilayah Kota Depok diperkirakan hanya akan mampu menampung jenazah hingga 2013, karena yang tersisa sekarang ialah 4 ha dari 7,8 ha total luas makam. Dinas mencatat setiap bulan sekitar 35 orang yang meninggal di Kota Depok atau 420 orang per tahun.

“Tiap jenazah membutuhkan tanah 1,5 x 2,5 rn. Jika dikalikan 420 jenazah, tanah yang dibutuhkan 1.575 m2 per tahun. Berarti lahan yang 4 ha akan habis pada 2013,” ujar Ulis.

Kepala Unit Pelayanan Teknis TPU Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Depok EA Waang mengatakan TPU akan dikembangkan menjadi objek wisata. “Kami akan membuat tampilan baru dengan merevitalisasi TPU yang angker menjadi tak menyeramkan,” ujarnya. (KG/J-5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: